Monday, December 6
Shadow

3 Faktor yang Bikin Indonesia Percepat Program Kendaraan Listrik


JAKARTA, KOMPAS.com –┬áKepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan sedikitnya terdapat tiga aspek penting yang jadi perhatian dalam program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di dalam negeri.

Hal itu tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program KBLBB untuk transportasi jalan. Apabila bisa dicapai, Tanah Air berpotensi menjadi pemain global di industri terkait.

“Pada Perpres no 55 tahun 2019, terdapat tiga aspek yang harus dipahami bersama. Yaitu, lingkungan dan konservasi, efisien dan ketahanan energi, serta aspek peningkatan kapasitas industri dan kemampuan daya saing,” ujar Moeldoko di IEMS 2021, Rabu (23/11/2021).

Baca juga: Bukan Xpander Hybrid, Tahun Depan Mitsubishi Mulai Studi Minicab MiEV

Pixabay/geralt Ilustrasi stasiun pengisian kendaraan listrik

Pada aspek pertama, ia menyatakan bila sektor lingkungan dan konservasi merupakan salah satu isu penting. Mengingat, pengurangan tingkat emisi CO2 jadi perhatian pemerintah RI.

Bahkan, Indonesia sudah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon 29 persen pada 2030 atau 41 persen di tahun yang ama apabila mendapatkan dukungan dan berkerja sama secara international.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pemerintah Indonesia juga memiliki semangat yang sangat kuat menekan emisi gas buang pada 2060 nol persen,” kata Moeldoko.

Sementara pada aspek yang kedua, yakni efisiensi dan ketahanan energi, juga tidak kalah pentingnya untuk mempercepat era elektrifikasi kendaraan listrik di Indonesia.

Melalui langkah yang tepat, perekonomian negara akan jauh lebih baik dari saat ini karena terdapat potensi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM).

“Konsumsi BBM kita mencapai 1,8 juta barrel per hari, sedangkan produksi kita baru bisa sekitar 700.000 barrel per hari. Jadi, impornya kurang lebih 60 persen,” ujar dia.

Baca juga: Perbandingan Emisi Gas Buang Kendaraan Listrik dengan Konvensional

Ilustrasi kendaraan listrik.(Dok. Shutterstock/Sopotnicki) Ilustrasi kendaraan listrik.

“Kalau dibiarkan dan tidak segera menuju mengembangkan mobil listrik maka semakin tidak beres karena kebutuhan energi semakin meningkat. Bila ada transisi energi, maka bisa lebih efisien,” tambah Moeldoko.

Bonus menarik Keluaran SGP 2020 – 2021. Cashback terbesar yang lain-lain hadir diperhatikan secara berkala melewati kabar yang kita umumkan di website tersebut, lalu juga siap dichat terhadap operator LiveChat pendukung kami yg menjaga 24 jam Online untuk mengservis semua maksud para visitor. Lanjut secepatnya sign-up, serta menangkan Lotre serta Kasino On the internet tergede yang tampil di web kita.