Saturday, October 23
Shadow

ESDM Targetkan Populasi Mobil Listrik Tembus 125. 000 Unit di 2021

JAKARTA, KOMPAS. com – Pemerintah melalui Kementerian Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM) memperhitungkan populasi mobil listrik di asosiasi akan semakin tinggi seiring dengan perkembangannya.

Bahkan, tahun ini (2021) potensi populasi organ roda empat ramah lingkungan itu diharapkan bisa melaju secara kaya mencapai 125. 000 unit serta 1, 34 juta unit motor listrik.

“Kami tunggal mendorong percepatan pembangunan pabrik baterai agar lebih kompetitif dan mengakui untuk investor, ” ucap Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Kerap Kerja bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (19/1/2021).

Menangkap juga: Tantangan Motor Listrik Universitas Budi Luhur Bila Diproduksi Massal

Ilustrasi mobil listrik Hyundai Kona EV tengah diisi ulang dayanya. UNPLASH. com Sketsa mobil listrik Hyundai Kona EV tengah diisi ulang dayanya.

Dukungan tersebut, dibuktikan dengan penerbitan Undang-Undang No. 3/2020 tentang Ketentuan Peningkatan Nilai Tambah untuk Mineral Logam, Permen ESDM No. 11/2020 tentang Harga Patokan Penjualan Mineral Logam, Permen ESDM No. 11/2019 tentang Pengendalian Ekspor Nikel, dan UU No. 25/2018 tentang Pengusahaan Tambang Minerba yang Mengatur Batas Minimum Pengolahan dan Penyucian Nikel.

Bila proyeksinya tepat, maka terdapat potensi kontraksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sampai level 0, 44 juta kiloliter (kl) per tahun.

Arifin mengatakan, pemerintah serupa ikut mendorong populasi mobil elektrik sebagai kendaraan operasional di departemen atau lembaga, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), & swasta.

Baca juga: Realisasi Penjualan Mobil Mutakhir 2020 Anjlok 48, 3 Persen

Ilustrasi kendaraan listrik stanly Ilustrasi instrumen listrik

“Pemerintah tengah, daerah, BUMN, dan swasta telah berkomitmen menggunakan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), ” introduksi Arifin.

Hingga tahun 2025, total potensi penggunaan mobil listrik sebab institusi kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, BUMN, hingga swasta diperkirakan bisa mencapai 19. 220 unit, 757. 139 unit motor listrik, dan 10. 227 unit bus listrik.

Sementara, mutlak populasi kendaraan listrik nasional di dalam waktu yang sama (2025) bakal meningkat lebih dari dua kala lipat mencapai 374. 000 bagian mobil listrik dan hampir 10 kali lipat bagi jenis motor listrik atau 11, 79 juta unit.

Pada 2030, potensi kendaraan listrik akan meningkat lebih tinggi lagi dengan estimasi mencapai 2, 19 juta bagian mobil listrik dan motor listrik mencapai 13 juta unit.

Baca juga: Tips Mengendarai Motor yang Aman serta Nyaman untuk Wanita

Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETS Ilustrasi baterai buat mobil elektrifikasi

Mengenai jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU) pada 2021 diproyeksikan mencapai 572 unit serta Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Elektrik Umum (SPBKLU) sebanyak 3. 000 unit.

Kemudian infrastruktur tersebut bakal dikembangkan hingga menyentuh 31. 859 unit SPKLU dan 67. 000 unit SPBKLU dalam 2030. Dengan proyeksi ini, maka potensi penghematan BBM melonjak menjadi sebesar 6, 03 juta kl per tahun.

“SPKLU ini akan berlokasi di was-was perbelanjaan, mal, area perkantoran, bandara, SPBU, apartemen, dan pool taksi, ” kata Arifin.