Sunday, October 17
Shadow

Ini Dampaknya Setelah Motor Nekat Terjang Banjir, Sistem Pengereman Jadi Problematis

JAKARTA, KOMPAS. com berantakan Intensitas hujan di Jakarta & sekitarnya cukup tinggi belakangan tersebut. Tak jarang kondisi tersebut menerbitkan terjadinya genangan air yang pas tinggi atau banjir.

Banyak juga pengendara motor dengan nekat menerabas banjir. Sebab, malas untuk putar balik dan memeriksa rute lain.

Baca juga: Hujan Deras, Sejumlah Akses Jakarta Terendam Banjir

Setelah menerjang genangan air atau banjir, tak sedikit pengendara mesin yang mengeluhkan adanya suara berdecit dari bagian pengereman.

Sejumlah warga yang sepeda motornya mengalami mogok saat melewati banjir di Jalan S Parman, tepat di depan Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (5/2/2014) Alsadad Rudi Sejumlah warga yang sepeda motornya mengalami mogok saat melewati banjir di Jalan S Parman, tepat di depan Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Rabu (5/2/2014)

Timbulnya suara berdecit memang tak sampai memengaruhi laju motor. Namun, suara tersebut bisa memusingkan kenyamanan dan konsentrasi berkendara.

Asep Suherman, Kepala Bengkel Honda AHASS Daya Motor Cibinong, Sawangan, dan Megamendung, mengatakan, bahana berdecit kerap timbul pada sistem pengereman yang basah.

“Bunyi berdecit biasanya muncul sebab ada kotoran di kampas rem, ” ujar Asep, kepada Kompas. com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Batas Aman Motor kalau Terjang Banjir

Asep menambahkan, masalah itu kerap muncul karena air dengan masuk ke area kampas mengandung kotoran. Biasanya, sering terjadi pada motor dengan rem tromol.

“Saat kampas rem menggigit permukaan tromol, kotoran yang menghunjam terperangkap dan tak bisa keluar, ” kata Asep.

Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan keras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah negeri di Ibu Kota terendam banjir.

Jadi, sisa kotoran tersebut terperangkat dan menggumpal dalam dalam tromol. Sehingga, kotoran tersebut terus berakumulasi setiap terkena tirta dan menimbulkan bunyi berdecit semasa rem aktif.

“Untuk menghilangkan bunyi cukup membersihkan tromol dengan disikat sampai bersih. Pakai sabun lebih bagus, rem jadi lebih pakem, ” ujar Asep.

Menurut Asep, kotoran menutupi pori-pori kampas rem. Jadi, kampas pun jadi lebih menggigit permukaan tromol.