Thursday, May 26
Shadow

Kejadian Lagi, Pemotor Kecelakaan di Flyover Pesing


JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan lalu lintas di Jalan Layang Daan Mogot Pesing (Flyover Pesing), Jakarta Barat, kembali terjadi. Kali ini melibatkan sepeda motor dan bus Transjakarta.

Kejadian bermula saat pengendara motor Honda Beat berusaha menyalip bus Transjakarta yang sedang melintas dari arah selatan menuju utara di Jalan Pesing.

“Sesampainya di Flyover Pesing tiba-tiba datang kendaraan motor Honda Beat dengan plat B-5287 yang dikendari RY. Pemotor tersebut ingin menyalip ke kiri,” ucap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Arga Dija Putra, dikutip dari Kompas.com, Rabu (19/1/2022).

Alhasil, pemotor tersebut menabrak belakang bus Transjakarta hingga akhirnya terjatuh dan mengalami luka-luka.

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Masih Banyak Motor Nekat Melintas di Flyover Pesing

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, sangat tidak disarankan menyalip saat posisi menanjak seperti flyover karena mesin butuh power yang besar agar bisa mendahului kendaraan di depannya.

Selain itu terdapat blindspot di mana pengendara tidak bisa melihat situasi dari arah yang berlawanan karena terhalang titik puncak tanjakan.

Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI Tempat kejadian perkara pengendara motor mengalami kecelakaan beruntun dan terjatuh dari jalan layang Pesing di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (7/1/2022).

“Akan aga risiko terkejut saat tiba-tiba melihat kendaraan muncul dari blindspot ketika sedang proses menyalip,” uap Agus.

Ia menegaskan, pengendara motor untuk sabar menunggu situasi jalan, sebab pengguna jalan dari arah berlawanan tidak terlihat jelas dan tidak menyalip dengan gegabah.

Selain itu, Kanit Laka Lantas wilayah Jakarta Barat AKP Hartono pun menegaskan bahwa jalan layang tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda dua seperti sepeda motor. Hal ini demi keselamatan pengguna jalan.

Baca juga: Tips Cegah Helm Bau Apak Saat Musim Hujan

Bagi pemotor yang nekat melewati JLNT dapat dikenakan sanksi. Aturan tersebut tertulis dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Tepatnya Pasal 287 ayat 1 dan 2, di mana setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah yang diisyaratkan dengan rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas dapat dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Prediksi terbesar Keluaran SGP 2020 – 2021. Undian terbaik yang lain-lain dapat dipandang dengan berkala melalui status yg kami letakkan dalam situs ini, dan juga bisa dichat kepada operator LiveChat support kita yang siaga 24 jam On-line guna meladeni semua keperluan para pemain. Lanjut cepetan gabung, dan dapatkan diskon dan Kasino On the internet tergede yang terdapat di laman kami.