Sunday, October 17
Shadow

Kejayaan Tesla Berhasil Buat Mata Negeri Tertuju pada Mobil Listrik

JAKARTA, PETUNJUK. com – Rekan otomotif Amerika Serikat yang populer dengan mobil bermesin besar dengan konsumsi bahan bakar fosil yang boros, lambat laun bakal tergantikan oleh mobil listrik.

Terlebih karena kesuksesan perusahaan startup pokok Amerika Serikta, Tesla yang dulu sempat goyah kini menguntungkan. Tarikh ini saja, perusahaan besutan Elon Musk itu mendapatkan keuntungan mematok lebih dari 600 miliar dollar AS.

Keuntungan Tesla tentu membuat pabrikan otomotif lainnya mulai tertarik atau merasa dipecundangi oleh pemain baru. Dua manusia besar otomotif AS, General Motors serta Ford bahkan mulai berinvestasi besar-besaran pada kendaraan listrik.

Baca juga: Avanza Bukan Lagi Mobil Terlaris, Digeser Brio dan Carry

Ilustrasi Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat theverge. com Sketsa Pabrik Mobil Tesla di Amerika Serikat

Dilansir dari Reuters , Tesla telah menjadi perusahaan otomotif dengan valuasi lebih dari gabungan lima grup produsen kendaraan global terlaris.

Hasil ini mendirikan para pemimpin politik di segenap dunia sampai punya rencana untuk mulai menghentikan secara bertahap kendaraan dengan mesin bakar internal pada awal 2030.

Pandemi Covid-19 yang menurunkan angka penjualan dan keuntungan dari bisnis mobil konvensional, telah membuat investor mulai berpaling untuk mendanai kendaraan listrik.

Baca juga: Kurang Pada, Hyundai Indonesia Mau Hadirkan Kejutan Tahun Depan

Ilustrasi pabrik mobil www.caradvice.com.au Ilustrasi pabrik mobil

Selain itu, pemulihan cepat China dari dampak pandemi turut menganjurkan tarikan yang lebih kuat di investasi mobil listrik.

Kesuksesan Tesla secara perlahan bahkan telah membuat biaya baterai kendaraan listrik dapat segera mencapai keseimbangan dengan teknologi mesin bakar internal.

Namun masih kudu dilihat, apakan konsumen siap membuang mobil dengan mesin bakar internal. Terlebih di AS, truk pikap dan SUV berbahan bakar patra masih jadi yang paling banyak dipilih.

Belakangan, mobil-mobil konvensional ini juga berhasil memajukan pemulihan bagi sejumlah industri otomotif di Detroit, yang terpaksa kudu tutup karena pandemi sejak musim semi 2020.