Saturday, October 16
Shadow

Kok Jaga Jarak Aman Saat Mengemudi Itu Menguntungkan?

JAKARTA, KOMPAS. com – Pengguna jalan pada Indonesia, masih banyak yang sedang mengabaikan berkendara dengan aman. Satu diantara cara mudah untuk berkendara tenteram, adalah dengan selalu menjaga renggang dengan kendaraan di depan.

Jaga jarak tenteram ini bukan hanya berlaku untuk mobil, melainkan juga pengendara mesin. Masih sering terlihat, ketika mobil sedang berjalan, mereka tidak membentengi jarak aman, bahkan terlihat mepet dengan kendaraan di depannya.

Kebiasaan menjaga jarak tersebut perlu dilakukan oleh semua pengguna jalan. Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, ada beberapa keuntungan saat melindungi jarak aman ketika mengemudi.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Syarat Bepergian Naik Mobil Pribadi

jaga jarak aman motor Kompas. com/Fathan Radityasani jaga jarak aman mesin

“Pertama, kita bakal memiliki jarak reaksi dan tenggang berhenti yang cukup. Sehingga kita bisa berhenti tepat waktu dan jarak. Dengan jarak berhenti dengan tepat, pengemudi tidak menabrak mobil di depannya, ” ucap Marcell kepada Kompas. com , Jumat (22/1/2021).

Selain menghalangi menabrak kendaraan yang ada dalam depan, menjaga jarak aman selalu menghindari kita dari peristiwa tabrak belakang. Karena dengan menjaga renggang aman, maka ketika mobil di depan melakukan pengereman, kita mampu lebih halus mengeremnya.

“Jadi kalau ada orang yang tidak menjaga jarak aman pada belakang kita, dia akan tidak kaget jika kita mengerem secara halus, ” kata Marcell.

Baca juga: PSBB Jakarta Diperpanjang, Ini Aturan Bawa Penumpang untuk Transportasi Umum

Selain itu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, jarak aman mengikuti kendaraan tak hanya soal berapa meter, tetapi kombinasi antara waktu reaksi bani adam dan waktu reaksi mekanikal kalau dalam kondisi ideal. Jika tak ideal, ditambah sekitar 0, 5 sampai 1 detik.

“Waktu reaksi manusia sekitar 1 sampai 1, 5 detik. Sedangkan reaksi mekanikal, 0, 5 datang 1 detik. Jadi menjaga tenggang aman sekitar tiga detik dengan kendaraan di depannya, ” kata pendahuluan Jusri kepada Petunjuk. com .