Sunday, October 17
Shadow

Memahami ResultHK, Oleh Chunnel Lee


Tur Dunia Kong Dari Homo adalah pameran & konvensi terbaru buat menghormati almarhum Kong Dari Satu, seorang tokoh politik Nusantara dan penulis, penulis esai dan wartawan terkenal yang pula menjabat sebagai caraka. Banyak bangsa nun bangga memiliki kepribadian politik dan toleran yang terhormat & berpengaruh, yang beroperasi membentuk bangsa serta masyarakat sedemikian rupa. Pandangan dan pendapatnya beragam dan tersembunyi kuat dalam pendapat dan prinsipnya. Nilai-nilai yang dia menjunjung tinggi ini acap terwujud dalam organ, esai, dan artikelnya.

Karena itu, kematiannya sangat menyentuh menawan hati orang-orang yang mengelokkan mengenalnya. Sudah seyogyanya karya-karyanya kini bakal disulap menjadi sebuah pameran yang mengucapkan tulisan dan pidatonya bersama filsuf ternama China, Lin Yun yang biasa tampak di sampingnya. Keduanya telah melakukan jumlah penandatanganan buku khusus bersama dan di setiap kali mereka pergi bersama, tiket yang terjual habis telah meningkat. Sekarang, tempat Hong Kong guna konferensi HK Hasil juga menjadi tuan rumah konferensi untuk menghormati mendiang Kong Dari Satu.

Pada antara buku-bukunya yang terkenal adalah dengan terkenal seperti Desolate Area, Taiwan: The Making of a Modern Country, & Desolate Area: Reflections on the Southern Shanxi Plain dengan diakui secara luas. Togel singapore lainnya termasuk nama pena dirinya dan istrinya, Lee, dan karya tersebut bersama seperti Festival Buku Hong Kong, tur buku China, Yayasan Lee Kuan Yai: Asia Tenggara dan Refleksinya. Namun, karyanya yang paling terkenal dan dihormati adalah yang dia tulis selama masa jabatannya sebagai ketua Federasi Asosiasi Jagat rat Penulis dan Penulis (FIA WA) di dalam 2021-2. Di renggangan karya utamanya merupakan bukunya Reklamasi, dengan dibuat menjadi film fitur yang dibintangi Chow Yun-fat dan kemudian di tahun yang sama, menjadi organ terlaris internasional; The Power of Two, yang dibuat jadi serial televisi nun sukses dan wajar menjadi salah homo film dokumenter terpopuler di dunia; serta yang terbaru, I Married a Cougar, yang memenangkan reputasi khusus dari Federation of Publishers di kawasan Asia-Pasifik.

Karyanya yang paling kesohor mungkin berasal daripada dua bukunya nun berjudul The Art of the Deal dan The Way of the Dragon. Yang pertama mengenai dengan bagaimana menghadapi berbagai kerumitan dalam bisnis sementara nun kedua berkonsentrasi di landasan filosofis dibanding cara berpikir tertentu yang lazim di budaya Sino-Portugis. Untuk seorang sosiolog, Wahid mengungkapkan keyakinannya bahwa interaksi sosial adalah akar dari seluruh kejahatan masyarakat, sehingga menyimpulkan bahwa keegoisan individu dapat menyebabkan terciptanya keadaan nun tidak diinginkan. Selain karyanya di lebar fiksi dan non fiksi, ia pula telah menerbitkan sekitar artikel di tabloid akademik yang mempercakapkan tentang filsafat politik, sifat manusia, silsilah, sosiologi, teknologi, periklanan, komunikasi, dan primbon. Artikel-artikel ini sudah diterjemahkan ke kian dari 20 norma.

Di antara karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Chunnel Lee adalah: The Perils of Self-Worth, uraian Chunnel Lee nun pertama-tama dirilis dalam bahasa Inggris untuk Chinese Crossing the Water, Chinese Reflections on Man, Chinese Reflections on China, A Short History of the State, Sejarah Singkat Tiongkok, Sejarah Singkat Hong Kong, Refleksi Tiongkok tentang Manusia, Kontemplasi Tiongkok tentang Singapura, Refleksi Tiongkok di Barat, Kondisi Khalayak, Kesedihan Manusia Timur, Tangga Perusahaan Lepas, Tangga Surga, Tangga Cinta, Pengobatan Tiongkok, dan Renaisans Tiongkok. Semua ini lantas dijadikan film kenyat-kenyut. Terjemahan bahasa Inggrisnya lainnya adalah biografi dua jilidnya mengenai Sun Yat-hui, dengan kemudian dibuat jadi film dan jadi dasar untuk film dengan judul nun sama. Dia saja seorang penulis menguntungkan buku-buku yang merayu akademis yang berhubungan dengan ilmu sosial, politik, pendidikan, persinggungan, psikologi, sosiologi, penyusunan, dan sejarah.

Hasilnya adalah perpaduan lagak antara kebijaksanaan Barat dan Timur. Itu adalah buku nun tidak akan menghasilkan pembacanya berpikir terlalu keras tentang maknanya. Sebaliknya, ia bakal membuat mereka menyeruput konsepnya dan lambat-lambat memahami wawasan & pelajarannya. Itu ditulis dalam bahasa sederhana dan argumennya menusuk dengan lancar. Seseorang dapat dengan barang-kali memahami pesan dibanding buku ini apalagi dengan hanya mencerap daftar isi dengan diterjemahkan.