Thursday, May 26
Shadow

Metode Tambal Ban Tubeless, Mana yang Paling Benar?


JAKARTA, KOMPAS.com – Sepeda motor produksi terbaru yang dipasarkan di Indonesia kini sudah dibekali dengan ban tubeles. Ban tubeless dinilai lebih awet dan memiliki perawatan yang mudah.

Salah satu kendala yang mungkin dihadapi oleh pengendara motor di jalan yakni ban bocor. Kalau sudah bocor, tentu saja ban harus segera ditambal agar motor dapat dikendarai lagi.

Baca juga: Alasan PO Bus Minta Bodi dengan Pintu di Tengah

Untuk saat ini, ada berbagai macam tambal ban tubeless yang ada untuk saat ini. Jenis atau metode tambal ban tubeless yakni metode cacing atau string dan metode payung atau tip top.

Lantas dari kedua metode tersebut, manakah yang lebih aman dan tahan lama?

Tambal ban cacing atau string merupakan metode penambalan ban dengan cara ditusuk menggunakan alat dan ditambal dari luar. Sedangkan untuk metode payung atau tip top metode penambalannya dari bagian dalam ban.

Kompas.com/Fathan Radityasani tambal ban payung

Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk, produsen IRC Tire, mengatakan, jangan menambal ban tubeless menggunakan sistem tambal ban tusuk atau tambal cacing/string.

“Ban terdiri benang, lapisan dan kompon, saat ditambal dengan sistem tusuk maka itu merusak jaringan. Kalau tambalannya tidak sempurna akan mengakibatkan ban benjol karena lapisannya jadi terpisah,” kata Dodi, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tanpa Diskon PPnBM, Tak Ada Lagi SUV Murah di Bawah Rp 200 Juta

Jika dibandingkan dengan sistem tusuk, sistem tambal ban tip top atau model payung dirasa lebih baik. Meskipun belum cukup banyak tambal ban yang menyediakan metode ini.

Setiap metode penambalan ban tubeles sepeda motor juga memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tambal ban dengan metode string atau caing memiliki keunggulan yakni lebih banyak ditemui di pinggir jalan dan lebih murah.

Meski metode tip top dinilai lebih bagus, sistem tambal tip top juga tidak menjamin ban 100 persen aman. Kendati lebih kedap, sistem tambal ban payung ini menggunakan lem yang memiliki senyawa tersendiri.

Ilustrasi ban bocor tertusuk pakuFebri Ardani/KompasOtomotif Ilustrasi ban bocor tertusuk paku

“Sebab bagian dalam ban itu ada ply dan benang. Kita tidak tahu kekuatannya bagaimana dan ada kemungkinan lepas juga. Karena kita tidak tahu ada senyawa itu benar-benar melekat atau tidak,” katanya.

Baca juga: Pemula, Begini Cara Benar Oper Gigi Perseneling Mobil Manual

Namun jika kebocoran terlalu besar atau kondisi ban terdapat kebocoran dua lubang dan berdekatan, Dodi menyarankan agar segera mengganti ban dengan yang baru. Sebab kondisi ban juga tidak akan bertahan lama.

“Kita perhatikan lubang yang bocor kalau diameternya kelewat besar kami sarankan buat diganti. Atau jika lubangnya berdekatan. Sebab kalau lubangnya dekat risikonya membuat ban jadi bunting,” kata Dodi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Game khusus Data SGP 2020 – 2021. Permainan harian lainnya tampak dipandang secara terjadwal lewat kabar yang kami sisipkan dalam website ini, lalu juga siap ditanyakan terhadap layanan LiveChat support kami yg tersedia 24 jam On the internet dapat melayani segala kebutuhan para player. Yuk cepetan gabung, serta menangkan hadiah serta Kasino On the internet terbaik yang wujud di web kami.