Saturday, October 23
Shadow

Perkara Skema Swap Baterai, United Tunggu Pemerintah

JAKARTA, KOMPAS. com – Sebagai pemain terakhir di motor listrik, United bertambah fokus menawarkan spesifikasi charger aki yang mumpuni ketimbang memikirkan sistem swap alias tukar pakai aki.

Seperti diketahui, United baru saja meluncurkan motor listrik United T1800. Motor menggunakan generator 60V 1800W besutan Bosch yang disokong baterai Lithium ion berkapasitas 60V 28Ah.

Manager E-Motor Division PT Terang Dunia Internusa (TDI) Awan Setiawan, mengucapkan, dengan charger berspesifikasi 15 ampere saat ini pihaknya mendorong konsumen melakukan pengisian mandiri.

Baca juga: Swap Aki Masih Rumit, Gesits Andalkan Bentuk Cas Mandiri

First ride United T1800 Foto: APHIT McKlein First ride United T1800

“Untuk saat ini kita memang lebih memfokuskan charging buat di rumah. Kita sudah menyusun charger dengan spesifikasi yang cukup bagus yang bisa mempercepat charging, ” katanya di Serpong belum lama ini.

Era ini swap baterai digadang jadi solusi tantangan penggunaan motor elektrik. Sebab dengan sistem tukar memakai pengguna tidak perlu khawatir akan mogok jika di jalan kehabisan daya baterai.

“Sebagai informasi, di Indonesia, ini barangkali ada empat, pertama ialah charging di rumah, kantor, dan fast charging dan ultra charging. Masa ini semua motor listrik masih menggunakan charging untuk di sendi maupun di kantor, ” katanya.

“Soal waktu pengisiannya juga agak hampir sama yaitu 4-8 jam tergantung dari spesifikasi charger-nya tunggal, yaitu berapa ampere-nya, sebab ampere akan berpengaruh seberapa cepat pengecasan baterai, ” kata Awan.

Motor listrik United T1800 Foto: APHIT McKlein Motor elektrik United T1800

Secara implisit, United belum terpikir berinisiatif memulai skema swap baterai. Alasannya bisa banyak, tapi salah satunya ialah investasi yang cukup luhur untuk membuat infrastuktur sendiri.

Hal ini pernah diungkap oleh Abdullah Alwi, GM Sales dan Marketing PT WIKA Pabrik Manufaktur (WIMA) prinsipal Gesits, yang mengatakan, pihaknya masih mengandalkan rancangan isi daya sendiri.

Baca juga: United Sebut Biaya Charging Harian T1800 Tak Sampai Rp 3. 000

Abdullah mengatakan, rancangan swap baterai butuh investasi yang besar, sedangkan dengan jumlah perputaran motor yang belum terlalu banyak hal itu masih sulit dikerjakan.