Sunday, October 17
Shadow

Sejenis ini Cara Aman Bereaksi Saat Menyongsong Lubang di Jalan Tol

JAKARTA, KOMPAS. com – Bermacam kendaraan melintas di jalan tol, mulai dari mobil biasa hingga kendaraan berat seperti truk. Tidak heran jika ada saja permukaan jalan yang rusak atau tembus di jalan tol.

Lubang tersebut berpotensi menimbulkan kebobrokan pada pelek mobil atau makin kecelakaan dan mengakibatkan korban. Tetapi, untuk menghindarinya juga tidak bisa sembarangan.

Menyuarakan juga: Faktor Penyebab Pelek Peang Saat Melibas Lubang di Timah Tol

Jika gegabah atau pindah lajur secara mendadak, bahkan akan membahayakan pengguna jalan lain dan diri kita sendiri. Bukan hanya kecelakaan tunggal saja, akan tetapi bisa terjadi kecelakaan beruntun.

Pelek mobil rusak setelah meintasi tol layang Jakarta-Cikampek (Japek). Instagram @meigitri Pelek mobil rusak setelah meintasi tol layang Jakarta-Cikampek (Japek).

Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengucapkan, jika menemukan sesuatu seperti lubang atau lainnya di jalan tol, harusnya bisa melakukan cara preventif.

“Jadi pelihara renggang pandang sejauh mata memandang. Kemudian jangan sekadar melihat, tapi melakoni apa yang terlihat, ” perkataan Jusri, saat dihubungi Kompas. com, beberapa waktu lalu.

Jusri memasukkan, jika pandangan pengemudi ke ajaran, lubang di jalan pasti mau terlihat. Namun, bedanya kalau cuma sekadar melihat, akan tetap menghantam lubang tersebut. Sedangkan kalau mengalami apa yang dilihat, ada situasi yang bisa dilakukan untuk bertemu lubang tersebut.

Baca juga: Cara Benar Menghindari Lubang di Jalan Raya

“Jika terpaksa menghindari lubang tersebut, hal pertama dengan harus dilakukan yaitu mengecek spion. Karena ada bahaya lain lantaran samping dan belakang kita yang tidak bisa diketahui kalau tak lihat spion, ” kata Jusri.

Jusri juga menyarankan, jika tidak bisa menghindar, sepantasnya cek dahulu lubangnya. Kalau lubangnya tidak terlalu besar, tidak perlu kurangi kecepatan, karena bisa menambah benturan yang terasa.

“Sebaiknya mempertahankan kecepatannya agar roda depan tidak mengalami absorbsi yang besar. Karena jika mengurangi kecepatan, berat mobil akan berpindah ke depan, sehingga benturannya saat menyerang lubang menjadi besar, ” ujar Jusri.