Thursday, October 21
Shadow

Tambah Minus Lampu Variasi di Belakang Bus

JAKARTA, KOMPAS. com – Bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Indonesia memang tidak terlepas dari modifikasi. Misalnya saja yang marak saat ini dilakukan adalah menambah lampu LED yang dipasang pada bagian kisi-kisi belakang bus.

Lampu ini saat malam hari memang menarik perhatian, biasanya suka dibuat memiliki pola, dari kiri ke kanan dengan warna yang terus berganti. Selain itu, LED ini juga kerap difungsikan sebagai lampu sein.

Misalnya zaman malam hari, ketika lampu sein menyala, LED tambahan ini ikut menyala. Jika di malam hari, apakah lampu ini malah menyilaukan dan mengganggu pengguna jalan asing?

Baca juga: PSBB Saksama Jawa-Bali, Bagaimana Nasib Operasional Bus AKAP?

Bus AKAP lampu variasi youtube Bus AKAP lampu variasi

Anggota Forum Bismania Indonesia Dimas Raditya mengatakan, lampu bunga ini bisa menjadi hiburan di jalan, sehingga tidak mengganggu buat pengguna jalan lain.

“Menurut saya enggak bikin silau sih, karena lampunya tidak seterang itu, ” ucap Dimas pada Kompas. com , Jumat (8/1/2021).

Namun begitu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mempunyai pendapat yang berbeda. Lampu itu memang bisa jadi hiburan di jalan, namun kalau terus-menerus, malah bisa mengganggu.

Baca serupa: Hyundai Pindahkan Kantor Pusat Regional dari Malaysia ke Indonesia

“Lampu yang menyala kedap-kedip mengganggu pandangan atau makin menghipnotis pengemudi di belakangnya, sehingga tidak fokus, terutama di malam hari, ” ucap Sony pada Kompas. com, belum lama itu.

Sony menjelaskan semakin banyaknya lampu variasi yang dipasang di belakang bus, bisa mendirikan orang bingung maksud dari lampunya. Khawatir adanya tambahan lampu tersebut membuat orang salah mengartikan wujud dari pengemudi bus.

Bus AKAP lampu variasi blogspot Bus AKAP lampu variasi

Jadi jika ingin memasang lampu LED di bagian perempuan bus, usahakan tidak terlalu banyak, satu warna dan penempatannya benar. Kemudian untuk tingkat keterangan sebab lampunya jangan yang terlalu silap.

“Tujuannya harus sahih, untuk berkomunikasi. Paling penting, lampu variasi tidak mengganggu pengemudi lain dan melanggar aturan, ” sebutan dia.