Sunday, September 26
Shadow

Tanda Motor Lawas Harga Selangit, Saja Akal-akalan Pedagang?

JAKARTA, KOMPAS. com – Jika sudah kesenangan, harga bisa dinomor duakan. Lupa satunya hobi otomotif yang sering mengoleksi motor lawas.

Dengan alasan hobi atau memiliki kenangan tersendiri, banyak orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menebus suatu motor lawas.

Baca juga: Waspada, Modus Baru Jual Beli Mesin Bekas Hasil Curian

Misalnya, kejadian Yamaha RX-King dan Honda NSR 150 SP yang tahu viral di media sosial sebab berhasil terjual dengan harga selangit. Masing-masing motor tersebut tembus ratusan juta rupiah.

Honda NSR 150 SP Pinterest Honda NSR 150 SP

Namun, beberapa pencinta roda perut mengatakan bahwa fenomena itu hanyalah akal-akalan pedagang saja. Akal-akalan untuk mendongkrak harga pasaran motor itu.

Ricky Mahendra, pencinta motor sport 2-tak lawas, mengatakan, untuk motor impor seperti NSR 150 SP, wajar harganya mulia tapi jadi tidak wajar kalau sampai tembus Rp 200 juta.

“Seolah-olah sekarang jadi komoditas mahal. Untuk RX-King, logikanya masa produksi motor itu bertambah dari 20 tahun. Jadi, terkira total produksinya sampai berapa unit. Tidak bisa dibilang langka, ” ujar Ricky, kepada Kompas. com, beberapa waktu lalu.

Membaca juga: Jangan Mau Diajak Ketemuan di Pinggir Jalan Saat Beli Motor Bekas

Menurut Ricky Mulianto, pecinta motor klasik pemilik akun Instagram @motor_tua_jakarta yang juga seorang pedang motor lawas, mengatakan, modus pura-pura mesin laku dengan harga tinggi agar harga motor tersebut naik diakuinya sudah biasa.

“Iya, itu sudah biasa. Ada saja yang semacam itu, Honda Grand dijual Rp 80 juta, Yamaha RX-King Rp 150 juta, dan lain-lainnya, ” kata Mulyanto.

Honda NSR 150 RR Astra otomotifjadul. blogspot. com Honda NSR 150 RR Astra

Agar meyakinkan, Mulyanto menambahkan, pedagang biasanya menyertakan foto kwitansi pembelian dengan angka yang fantastis. Padahal logat Mulyanto, bisa saja motor itu tidak ke mana-mana.

Hal tersebut dilalukan demi menjelma viral dan harga motor usang tersebut di pasaran bisa menimbrung terdongkrak.

“Saya pula sering dapat tudingan seperti itu juga. Makanya, kalau ada yang beli, selalu saya unggah foto pembelinya, ” kata Mulyanto.